3 CERITA SERAM DI GENTING HIGHLAND YANG RAMAI TAK TAHU

Mohviral berbangga dengan tempat rekreasi mereka di Genting Highland. Tetapi titik peristiwanya, ternyata tempat ini menyimpan segudang cerita hantu dan seram. Malah bagi masyarakat Malaysia dan Singapore, Genting sepertinya merupakan tempat paling seram se-Asia.

Berikut ini merupakan beberapa cerita seram Genting yang dicakapkan oleh pengunjung di sana yang berhasil dikumpulkan oleh Cerita Mistis.

Mimpi Seram Di Hotel First World

Ada satu teman kakak saya yang cukup cakap. Dia bersama teman-teman satu group pergi ke Genting. Mereka memutuskan untuk tinggal di Hotel First World. Kelompok mereka terpisah di beberapa bilik. Nah teman si kakak saya ini tidur bertiga dengan teman  yang lain.

Malamnya, pada saat sedang tidur, tiba-tiba ada seorang lelaki sparuh tua, yang entah muncul dari mana, menindihnya dan mencuba memperkosanya. lelaki itu menyentuhnya, menciumnya, dan malah mencuba melepaskan pakaiannya.

Yang biasa dilakukan dia hanya merontak dan merontak. Tetapi Tidak berjaya. Jadi dia menutup mata dan berteriak tolong dan tolong. Tiba-tiba dia mendengar teman-temannya memanggil dan dia membuka matanya.

Dua temannya berada di sampingnya. Mereka cerita kalau dia tiba-tiba sambil tidur berteriak. Jadi mereka mencuba bangunkan kamu, tetapi gagal. Jadi mereka mencuba membacakan doa, sambil yang satu lagi mencuba membangunkannya. Baru dia berhasil dibangunkan.

Mereka mengira dia hanya mimpi buruk biasa saja. Sampai akhirnya dia melihat ada bekas cakaran tangan, dan ada bekas darah di pahanya…..

Dengan ketakutan akhirnya mereka semua lari ke bilik teman lelaki semuanya. Mimpi ? Atau sesuatu? Tidak ada yang tahu.

Lolongan Seram di Amber Court

 

Waktu itu cuaca lembab dan sejuk. Kami berhenti di depan Amber Court dan berpikir-pikir apakah mau tinggal di situ atau tidak. Wayne yang memberi ide untuk coba lihat karena kita sudah setir sampai sini.

Ketika memasuki lobby, hanya ada satu resepsionis yang ada di situ. Selain itu ruangannya kosong, dan semua toko-toko kecil tutup. Kesannya, saya sepertinya memasuki tempat yang sedang renovasi. Ruangannya terlalu kosong sehingga kita boleh sampai mendengar gaung suara. Ketika check-in, kami mendapat tempat di lantai 14.

Menurut kepercayaan Tionghoa, angka 14 adalah angka sial. Saya meminta lantai bawah atau lantai atas, tetapi resepsionis menegaskan tidak boleh berubah, kerana ini peraturan hotel. Peraturan hotel macam apa itu?

Tanpa menghabiskan waktu, kami mengambil kunci dan menuju ke lantai 14. Ketika sampai di lantai 14 kami menuju ke bilik kami. Ternyata di pintunya ada selimut. Aneh. Wayne mencoba memasukkan kunci ke situ. Agak susah juga. Dan di saat dia tengah kesulitan membuka selimut, tiba-tiba…

Saya mendengar suara pekikan perempuan.

Ini suara lolongan, bukan suara perempuan minta tolong. Suara lolongan yang mengerikan. Suaranya sampai 5 detik dan saya bersumpah saya TIDAK berhalusinasi. Pada titik ini, mungkin anda mentertawakan saya kerana delusional atau sebagainya. Tapi saya boleh memastikan ke anda, itu serius terdengar.

Saya tidak bisa menemukan sumber suaranya, kerana bilik-bilik lain tertutup rapat semuanya. Tidak ada jendela yang terbuka. Setelah suara lolongan itu berhenti, saya menoleh dan bertanya yang lain, “Kalian,…, mendengar sesuatu tadi?”

Semuanya mengangguk kepala.

Beberapa saat Wayne berhasil membuka selimutnya. Saya tidak mengerti mengapa dia masih mau masuk ke bilik itu setelah mendengar suara tadi. Setelah pintu terbuka dengan suara gemercik, tiba-tiba satu orang bertukas “Ya Allah, kenapa pintu almari  terbuka.” Gara-gara panik semua ikut panik, dan Wayne menutup kembali pintu biliknya dan pergi ke lift dan checkout.

Resepsionis malah tidak menanyakan kami mengapa checkout secepat itu (baru lima minit). Saya rasa dia sudah tahu benar tempat itu. Semenjak itu saya berjanji tidak akan pernah ke Amber Court lagi, biarpun dibayar sekalipun.

Kisah Seram di Hotel Theme Park

Tahun 2004, saya pergi ke Genting dengan teman-teman saya. Saya dan teman saya dua lainnya menginap di satu bilik besar yang ada dua katil king size di dalamnya. Sahabat saya pilih yang bahagian dalam, sedangkan kami yang lainnya pilih yang bahagian luar.

Ada sebuah pintu di tengah-tengah bilik. Soalnya bilik itu aslinya adalah dua bilik tetapi dijadikan satu bilik besar.

Malam pertama, kami tidur jam 2. Tetapi tiba-tiba saya terbangun pada jam 3 lebih. Saya merasa suasananya agak seram, dan ruangan terasa dingin. Saya melihat teman saya, dan dia masih tertidur lena. Jadi saya cuba tidak mengindahkan perasaan tidak sedap, dan cuba tidur kembali.

Pada waktu saya mencuba menutup mata lagi, saya merasa ada suara gerakan yang datang dari bahagian teman saya itu. Kami tidak menutup pintu, cuma karana ada dinding pembatas, jadi saya tidak dapat melihat dengan jelas dari posisi bilik tidur kami.

Saya mencuba mendengar segera, dan saya yakin ada seseorang yang berjalan di bilik teman saya itu. Saya merangkak masuk ke selimut, dan mengacuhkan suaranya.

Lalu suara langkah kaki itu perlahan-lahan mendekat. Semakin dekat dan dekat, dan berhenti di samping saya. Saya mendengar seseorang berbisik halus di samping saya. Tidak yakin ini lawak teman saya atau bukan, saya terus menarik selimut saya dan melihat!

Tetapi tidak ada satu orang pun yang ada di samping saya.

Saya tahu ini adalah sesuatu yang tidak kena. Saya cepat-cepat menarik selimut lagi. Beberapa saat kemudian saya mendengar suara bisikan lagi. Sejujurnya saya sangat ketakutan. Dan saya mencuba baca doa. Setelah beberapa saat, suara bisikan itu akhirnya terhenti dan ruangan tidak terasa dingin lagi. Saya terlalu lelah jadi setelah membaca doa beberapa kali lagi saya kembali tidur.

Paginya jam 9 saya yang bangun pertama. Saya membangunkan mereka. Teman saya baru sedar, ada lampu di samping dan kipasnya dalam keadaan mati. Seingat dia, dia sudah menyalakannya dan dia tidak menutupnya di tengah malam. Saya kemudian menceritakan kejadian malam tadi. Tapi kami memutuskan tidak terlalu mempedulikannya karana kita juga tidak  apa-apa.

Malam kedua, malam ketiga tidak terjadi apa-apa. Tapi di malam terakhir…. Saya, teman saya dan yang satu lagi sepakat pergi main di kasino sepanjang malam. Salah satu teman ingin pulang ke bilik karana penat.

Ketika paginya sarapan bersama-sama dia tanya apa semalam kami ada kembali ke bilik untuk cari barang? Kami cakap tidak… Dan dia bercerita, semalam dia terbangun dengan suara keras di bilik sebelah, seperti sedang mencari barang di  plastik. Seperti seseorang sedang mencari sesuatu di  plastik yang kita bawa. Kerana dia sangat mengantuk jadi dia teriak tolong jangan berisik dan kembali tidur. Untung dia tidak terjadi apa-apa

Anda Suka Artikel Ini? Klik Like Dan Share Ya Agar Lebih Ramai Dapat Info Yang Baik Ini. Terima kasih Di Atas Kerjasama Anda.